Zo interme (Intermezo)

“Sekedar buat hiburan, bagi para pembaca….!!!!”

 

Tadek…..

Suatu hari, mbah bejo ikut rombongan ziarah ke madura. saat itu, dia-pun merasa lapar dan masuk ke sebuah warung disana untuk mengisi perut yang keroncongan.

Mbah bejo : Bu, pesen nasi satu piring sama lauknya sate 10 tusuk dan sayurnya.

Penjual      : Tadek.

(mbah bejo pun kemudian duduk menunggu hasil pesananya. setelah lama hingga hingga hampir 30 menit, mbah bejo mendekati penjual tuh dengan maksud menanyakan hasil pesananya)

Mbah bejo : mana pesanan saya tadi???

Penjual       : dah bilang tadek….. (sambil melotot dan mengangkat bakul tempat nasi yang kosong).

Ternyata masuknya tadek adalah nasi dan semua pesanan mbah bejo tidak ada alias sudah habis.

Tersesat…..

Suatu ketika, ada 3 orang yang tersesat dalam hutan. Saking bingungnya, ketiga orang tersebut mencari jalan keluar yang lama sekali tidak segera ditemukan. Akhirnya mereka pasrah dan berdoa dengan sungguh-sungguh memohon agar diselamatkan dari hutan tersebut. Setelah berdo’a, maka tiba-tiba datanglah jin yang menyamar sebagai orang tua yang minta dipijit. Setelah dipijit, orang tua tersebut berkata.

Orang tuang  : Kalian mau minta apa hai pemuda???

Orang pertama : Aku mau bisa kembali pulang pada isteri saya di rumah. aku khan pengantin baru mbah…..!!!!

Orang tua : Kalo kamu wahai kisanak !!!!

Orang kedua  : Aku juga ingin kembali kepada anak isteriku di rumah. kasihan mereka sudah berhari-hari ini aku tinggalkan.

(Belum sempat bertanya kepada orang ketiga, orang tua tersebut menepuk bahu kedua orang yang tadi meminta. Dengan sekejap, apa yang mereka berdua inginkan pun terkabul).

Orang tua : Oia, hai kamu orang yang paling muda. apa keinginan yang mau kau pinta dariku???

Orang ketiga : ehmmmm…… (Sambil ragu-ragu)

Orang tua : katakanlah hai anaku, jangan ragu-ragu. pasti aku kabulkan.

Orang ketiga : Anu mbah…. aku ingin kedua temanku yang tadi dikembalikan kesini lagi. aku takut sendirian disini tanpa teman. lagian aku khan juga belum punya isteri, apalagi anak.

(Seketika, orang tua tadi menepuk bahu orang ketiga dan bersamaan itu orang tua tersebut menghilang dan kedua teman yang tadi menghilang, akhirnya kembali lagi).

Arti Berkah

Suatu ketika, seorang santri ditawari menikah oleh kyainya. sebab kurang cocok dengan selera sang santri, ia pun enggan menjawab.

Kyai : Le… tole…. awakmu ameh tak olehke si “Wariyah”. Gelemi yow!!!! Insyaalloh akeh barokahe. (Nak, kamu akan saya nikahkan sama si wariyah. Kamu mau yach???? Insyaallah banyak barokahnya)

Santri : Nyuwun sewu yai (Sambil mengemukakan pendapat), menawi ngaten mangke garwane kulo tambah maleh nggeh???

“Mohon maaf pak yai, berarti nanti isteri saya akan bertambah lagi ya????

(Sebab santri tersebut pernah mendengan sang Kyai yang menjelaskan bahwa barokah artinya adalah bertmanbah-tambah. ^_^….

Pengecean….!!!!

Pagi itu ada Indro seorang anak nakal yang sedang bermain-main dengan kucing. anak itu mengganggu kucing yang sedang tidur dengan seutas tali. Karena terganggu, kucing pun bangun dan dengan terpaksa meladeni permainan yang dilakukan anak tadi. setelah seorang teman dari Indro yang bernama Andre lewat, maka menyapalah andre :

Andre : Lhoooo….. kamu kug bisa-bisanya bermain sama monyet…..!!!!

Indro : Aku tidak bermain sama monyet. tapi ini adalah kucing dre….!!!!

Andre : Siapa yang menyapa kamu???? aku berbicara sama kucing itu….!!!!

Indro : Ngece sampeyan….!!!!

Sambil ngacir, Indro mengejar andre sambil tertawa….!!!!

Atap rumah yang berdzikir

Suatu hari, Abu Nawas sedang duduk bercengkrama dengan teman-temanya. Tiba-tiba terdengar suara dari atap rumah “Kriet…..Kriet…..Kriet…..”

Suara apa itu hai abu nawas????, tanya teman-teman Abu Nawas.

Abu Nawas menjawab dengan entengnya : Itu adalah suara atap yang sedang berdzikir.

TAk lama kemudian suara semakin kencang dan Abu Nawaspun segera berdiri dan lari terbirit- birit.

“Lho mau kemana kamu Abu Nawas….!!!! tanya teman-teman Abu NAwas.

“Saya khawatir jangan-jangan atap tersebut semakin khusyuk lalu bersujud. KAlo sujudnya mengenai kita, bisa penyet lah kita…!!!!”Jawab Abu NAwas.

Dasar Jelek

Suatu hari, Abu NAwas melihat seorang menangis tersedu-sedu sambil berdoa kepada Allah. Karena heran, Abu NAwas pun bertanya :

Abu Nawas : Kenapa kamu menangis seperti itu???

“Aku taku siksa neraka, makanya aku memohohn agar diselamatkan Allah dari Neraka” Jawab orang tersebut.

LAlu Abu Nawas berkata : “Masih tidak relakah jika tampang kamu yang jelek itu dimasukan ke dalam Neraka???” ledeknya.

Orang tersebut menggerutu : Dasar Abu NAwas gombal….!!!!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: