Peringatan Hari Santri Nasional MTs. Manbaul Huda Grobogan 2017

Ahad, 22 Oktober 2017 para guru beserta siswa/siswi MTs. Manbaul Huda Grobogan melakukan apel upacara dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) diikuti sekitar 600-an lebih santri di lingkungan madrasah. Peserta memulai kegiatan upacara tepat pukul 07.00 WIB selama satu jam kemudian dilanjut dengan pembacaan 30.000 kali sholawat nariyah.

Dalam sela-sela upacara dinyanyikan pula Lagu Syubbanul wathon/yalal waton oleh para peserta upacara secara serentak sebagaimana bisa disaksikan dalam video berikut :

Dalam amanatnya Bapak rifaudin menjelaskan tentang sejarah hari santri dimulai dari kluarnya keputusan presiden no.22 tahun 2015 oleh Bapak Presiden Joko Widodo, dilanjutkan tentang sejarah peranan ulama’ dan para santri dalam upaya mempertahankan NKRI seperti peristiwa dikeluarkanya resolusi jihad oleh Hadlratus syaikh KH. Hasyim Asy’ari hingga berlangsungnya pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya yang saat ini sering kita peringati dengan hari pahlawan nasional. “Tanpa santri maka tidak ada resolusi jihad, dan tanpa resolusi jihad tidak terjadi pertempuran 10 nopember”.

Kemudian Bapak rifaudin menjelaskan tentang siapa itu santri.

Mengutip kalimat dari Gus Mus bahwa : “Santri itu bukan hanya mereka yang pernah mondok saja, tetapi siapapun orang yang berakhlak santri maka mereka adalah santri

Lantas bagaimana akhlak santri seharusnya?

Jawabanya ada dalam tiap huruf yang tertulis dalam kalimat “santri” ketika ditulis dengan huruf arab, maka santri terdiri dari 5 huruf yaitu :

  1. Siin artinya “Saalikun ilal aakhirot“, bahwa santri itu berpandangan jauh ke masa depan hingga akherat. Mereka selalu mengembalikan apapun aktivitas dalam kehidupan agar dapat mencapai kebahagiaan di akherat kelak. Jangan hanya menginginkan kesenangan duniawi yang bersifat fana saja.
  2. Nun, artinya “Naaibun ‘anil masyayikh” bahwa santri harus mempersiapkan diri untuk menjadi generasi penerus kehidupan berikutnya. Menjadi penerus yang bisa membanggakan para pendahulunya dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin.
  3. Ta’, artinya “Taarikun ‘anil ma’aashi
  4. Ro’, artinya “Rooghibun fil khoiroot“, bahwa santri harus menjadi pelopor dalam menghindari kemaksiatan juga dalam mencintai segala bentuk kebaikan, Jangan justeru sebaliknya. Manfaatkan ilmu yang diperoleh untuk kebaikan umat, agar ilmu tersebut benar-benar manfaat.
  5. Ya’, artinya “Yarjuu ridlolloh was-salaamat fid-diini wad dun yaa wal aakhiroh” bahwa para santri itu selalu mengharapkan ridlo Allah SWT dalam setiap usaha dan doanya, berusaha agar bisa selamat baik dalam setiap urusan agama, urusan dunia terlebih akhiratnya.

Oleh karena itu dalam memperingati hari santri nasional ini, beliau mengajak para santri di lingkungan madrasah khususnya untuk menjadi santri yang sebenar-benarnya santri, jangan menjadi sampah masyarakat.

Semoga Allah SWT senantiasa menjadikan kita santri yang selalu berkumpul dengan para kyai, para ulama’, dan para auliya, mendapat syafaat dari Rosulillah Muhammad SAW dalam naungan ridlo Alloh SWT, dianugerahi keselamatan dunia hingga akherat kelak, Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: