Adab Bersenggama dalam Islam (Ringkasan kitab Qurrotul uyuun, Fathul Izaar dan Fiqh Nikah)

Bacaan ini khusus bagi yang sudah akan menikah serta yang sedang merencanakan bulan madu secara Islami. Baik juga dilakukan oleh pasangan halal baik yang pengantin lama apalagi oleh pengantin baru … ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€. Semoga bermanfaat dan kita diberikan keturunan yang sholih/sholihah, Aamiin.

Adab dukhul / Senggama dalam Islam.

Sebelum melakukan senggama lakukan hal-hal sebagai berikut ini.

1. Membersihkan diri dengan Bersiwak (sikat gigi), berwudlu serta membersihkan diri dari bau yang tidak sedap. Selain itu bersihkan hati dari segala penyakitnya dengan cara bertaubat (QU/FN)
2. Siapkan air dalam wadah untuk cuci tangan dan kaki istri, air untuk minum (jika nanti dibutuhkan), dan air untuk mencuci dzakar jika ingin mengulangi lagi setelah selesai orgasme, serta siapkan beberapa makanan juga manis-manisan untuk persiapan pendahuluan agar tidak bersenggama dalam keadaan terlalu lapar maupun terlalu kenyang… (QU/FN)
3. Masuklah ke kamar pengantin dengan mendahulukan kaki kanan seraya berdoa :
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู….
“Bismillah was-salaamu ‘alaa Rosuulillahi, Assalaamu’alaikum.”
Kemudian sholat berjamaah 2 rokaat atau lebih sebagai wujud syukur kepada Allah telah disempurnakanya separuh agama serta sebagai permohonan agar dijadikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Setelah sholat, bacalah QS.fatihah, QS.Al ikhlas dan sholawat (masing-masing 3x), lalu baca doa, sedang sang istri meng-amini :
ุงู„ู„ู‡ู… ุจุงุฑูƒ ู„ูŠ ููŠ ุงู‡ู„ูŠ ูˆุจุงุฑูƒ ู„ุงู‡ู„ูŠ ููŠ. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุฑุฒู‚ู‡ู… ู…ู†ูŠ ูˆุงุฑุฒู‚ู†ูŠ ู…ู†ู‡ู… ูˆุงุฑุฒู‚ู†ูŠ ุงู„ูู‡ู… ูˆู…ูˆุฏุชู‡ู… ูˆุงุฑุฒู‚ู‡ู… ุงู„ููŠ ูˆู…ูˆุฏุชูŠ ูˆุญุจุจ ุจุนุถู†ุงุงู„ู‰ ุจุนุถ.
“Allohumma baarik lii fii ahlii wa baarik ahlii fiya. Allohummarzuqhum minnii warzuqnii minhum, warzuqnil fahma wa mawaddatahum warzuqhum ulfiya wa mawaddatii wa habbib ba’dhonaa ilaa ba’dhin.”
(QU)

4. Selesai berdo’a, Ucapkanlah salam kepada isteri (FI)
ุงูŽู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูŠูŽุง ุจูŽุงุจูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ู†ู
“Assalaamu ‘alaikum yaa baabarrohmaan”

Lantas isteri menjawab :
ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ูŠูŽุง ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู…ููŠู’ู†ู
“Wa’alaikumussalaam yaa sayyidal amiin”.

5. Lalu letakan tangan pada ubun-ubun istri seraya berdoa :
ุงู„ู„ู‡ู… ุงู†ูŠ ุงุณุงุกู„ูƒ ุฎูŠุฑู‡ุง ูˆุฎูŠุฑู…ุงุฌุจู„ุชู‡ุง ุนู„ูŠู‡ ูˆุงุนูˆุฐุจูƒ ู…ู† ุดุฑู‡ุง ูˆุดุฑู…ุงุฌุจู„ุชู‡ุง ุนู„ูŠู‡.
“Allohumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa jabalathaa ‘alaihi. wa a’uudzubika min-syarrihaa wa syarri maa jabalathaa ‘alaihi’.

Masih sambil memegang ubun-ubun istri bacalah QS.Yasin, QS.Waqiah, QS. Ad-Dhuha, QS. Al Insyiroh, An-Nashr, Ayat Qursyi masing* sekali lalu baca Al-Qodar 3x. (QU/FN)

6. Selesai membaca surat-surat diatas kemudian suami meletakan 2 tanganya pada leher kanan kiri istri seraya berkata : “Yaa Roqiibu” (7x) dilanjut baca :
ูุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุญุงูุธุง ูˆู‡ูˆ ุงุฑุญู… ุงู„ุฑุงุญู…ูŠู†
“Falloohu khoirun haafidzou wa huwa arhamur-roohimiin.”

Setelah itu pindahlah ke atas ranjang, Lalu suami mencuci kedua tangan serta kedua kaki istri sambil baca basmalah dan sholawat Nabi, kemudian sisa airnya disiram ke pojok-pojok kamar.
Setelah itu suami istri saling menyuapi dengan makanan dan manisan sebanyak 3x suapan (QU/FN),

7. Lanjutkan dengan bersendau gurau, merayu dan atau memuji istri. Kemudian melakukan pemanasan/foreplay dengan membaca doa*nya sebagai berikut :
– raih kedua tangan isteri seraya mengucap (FI) :
ุฑูŽุถููŠู’ุชู ุจูุง ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจูŽู‘ุง
“Rodliitu billaahi robba”
– Kecup kedua telapak tanganya, dimulai sebelah kanan dan dilanjutkan sebelah kiri sambil membaca (FI) :
ู…ูŽุง ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ุงู„ู’ููุคูŽุงุฏู ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽู‰
“Maa kadzabal fu-aadu maa ro-aa”.
– Kecup kening isterinya beserta mengucapkan (FI) :
ูŠูŽุง ู„ูŽุทููŠู’ูู ุงูŽู„ู„ู‡ ู†ููˆู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ููˆู’ุฑู ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุงู„ู†ูู‘ูˆู’ุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู
“Yaa lathiifulloh, Nuurun ‘alaa nuurin. Syahidan-nuuro ‘alaa man yasyaa-u”
– miringkan kepala isteri ke kiri sambil mencium lalu meniup telinga sebelah kanan dengan membaca do’a, dilanjutkan memiringkan kepala isteri ke kanan sambil mencium dan meniup telinga yang sebelah kiri dengan membaca do’a yang sama yakni (FI) :
ููู‰ู’ ุณูŽู…ู’ุนููƒู ุงู„ู„ู‡ ูุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ
“Fii sam’ikillaahu samii-un”

– “Hindari mencium mata sebab bisa menyebabkan perceraian”. (FN)

– cium kedua pipi isteri dimulai pipi sebelah kanan kemudian sebelah kiri sambil membaca (FI) :
ูŠูŽุง ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ูŠูŽุง ุฑูŽุญู’ู…ู†ู ูŠูŽุง ุฑูŽุญููŠู’ู…ู ูŠูŽุง ุงูŽู„ู„ู‡ู
“Yaa kariimu yaa rohmaanu yaa rohiimu yaa Allooh”
– Selingi mencium pipi dengan mengecup hidungnya sembari membaca (FI) :
ููŽุฑูŽูˆู’ุญูŒ ูˆูŽุฑูŽูŠู’ุญูŽุงู†ูŒ ูˆูŽู‘ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ู†ูŽุนููŠู’ู…ู
“Fa rouhuw-waroihaanuw wajannatu na’iim”.
– Kecup dagunya dan berdoโ€™a (FI) :
ู†ููˆู’ุฑู ุญูŽุจููŠู’ุจู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญููŠู’ู†ูŽ
“Nuuru habiibil iimaani min ‘ibaadikas-shoolihiin”.
– Kecup lehernya beserta membaca (FI) :
ุงูŽู„ู„ู‡ู ู†ููˆู’ุฑู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถู
“Alloohu nuurus-samaawaati wal ardhi”

– Kecup pundaknya sambil membaca (FI) :
ูŠูŽุง ุฑูŽุญู’ู…ู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุญููŠู’ู…ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฎูุฑูŽุฉู

“Yaa Rohmanad-dun-yaa, yaa Rohiimal-aakhiroti”.

– Remas-remas kedua payudara isteri sembari mengucapkan (FI) :
ุฃูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฃู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู
“Allohumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad”.

– Lalu lepaskan semua pakaian pasangan lalu masuklah dalam satu selimut dengan tetap mengenakan penutup kepala dan baringkanlah istri.

 

– Kecup bagian diantara kedua payudara sembari membaca (FI) :
ูˆูŽุฃูŽู„ู’ู‚ูŽูŠู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูŽุญูŽุจูŽู‘ุฉู‹ ู…ูู†ูู‘ูŠู’
“Wa-alqoitu ‘alaika mahabbatan minnii”.
– kemudian kecup dadanya bagian kiri tepat pada hatinya besertaan mengucap (FI) :
ูŠูŽุง ุญูŽูŠูู‘ ูŠูŽุง ู‚ูŽูŠูู‘ูˆู’ู…ู
“Yaa hayyu yaa qoyyuumu”.
8. Setelah itu, letakkan isteri dalam posisi terlentang dengan kepala lebih rendah daripada pantatnya. Dan pantatnya diganjal dengan bantal serta kedua pahanya diangkat dan dibuka lebar-lebar.
Kemudian suami memegang dzakarnya dengan tangan kiri lalu menggosok-gosokkan dzakar di sekitar farji, sambil tangan kanan meremas payudara dan melakukan hal lain yang dapat membangkitkan syahwat isteri.
Jika sudah siap, sebelum memasukan dzakar baca doa ini (FI) :
ุงุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุงู„ุฑุฌูŠู…. ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนู„ูŠ ุงู„ุนุธูŠู…. ุงู„ู„ู‡ู… ุฌู†ุจู†ุงุงู„ุดูŠุทุงู† ูˆุฌู†ุจ ุงู„ุดูŠุทุงู† ู…ุงุฑุฒู‚ุชู†ุง. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุฌุนู„ู‡ุงุฐุฑูŠุฉ ุทูŠุจ. ุงู† ูƒู†ุช ู‚ุฏุฑุช ุงู† ุชุฎุฑุฌ ุฐุงู„ูƒ ู…ู† ุตู„ุจูŠ.
“A-uudzu billaahi minas-syaithoonir-rojiim, bismillaahil-‘aliyyil ‘adhiim. Alloohumma jannibnas-syaithoona wa jannibis-syaithoona maa rozaqtanaa. Allohummaj’al haa dzurriyyatan thoyyibatan, ingkungta qodarta ang-takhruja dzaalika ming-shulbii”
Jangan lupa agar suami berpesan kepada istri untuk tenang/jangan tegang juga jangan mengeraskan suara (QU), Dengan melirihkan suara, suami berucap kepada isterinya :
ุนู„ูŠูƒ ุจุงู„ุณูƒูŠู†ุฉ .
“Alaiki bis-sakiinah”
9.ย  Ketika hendak inzal (keluar sperma), masukan kedua tangan dibawah pantat istri dan angkat pantatnya saat inzal agar dzakar masuk semakin dalam sekaligus membaca doa ini dalam hati (QU/FI/FN) :
ุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ุฎู„ู‚ ู…ู† ุงู„ู…ุงุก ุจุดุฑุง ูุฌุนู„ู‡ ู†ุณุจุงูˆุตู‡ุฑุง ูˆูƒุงู† ุฑุจูƒ ู‚ุฏูŠุฑุง. ุงู„ู„ู‡ู… ุงู† ูƒู†ุช ุฎู„ู‚ุช ุฎู„ู‚ุง ููŠ ุจุทู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฑุกุฉ ููƒูˆู†ู‡ ุฐูƒุฑุง ูˆุงุณู…ูŠู‡ ุงุญู…ุฏ ุจุญู‚ ู…ุญู…ุฏ ุต.ู…. ุฑุจ ู„ุงุชุฐุฑู†ูŠ ูุฑุฏุง ูˆุงู†ุช ุฎูŠุฑ ุงู„ูˆุงุฑุซูŠู†. (ุงุญูŠุงุก ุนู„ูˆู… ุงู„ุฏูŠู† ู„ู„ุงู…ุงู… ุงู„ุบุฒุงู„ูŠ)
Al-hamdulillaahil-ladzii kholaqol maa-a basyarong faja’alahuu nasabaw-wasihroo, wa kaana robbuka qodiiroo. Allohumma ing-kungta kholaqta kholqong-fii bathni hadzihil mar-ati fa kawwinhuu dzakaro, wa usammiihi ahmada bi haqqi Muhammadin shollalloohu ‘alaihi wa sallam. Robbii laa tadzarnii fardaw-wa angta khoirul waa ritsiin.”
Keterangan tambahan :
*ย ย ย  Seyogyanya wanita mengapitkan/merapatkan farji (kemaluan)-nya saat keduanya inzal (orgasme), sebab bisa menambah kenikmatan khususnya bagi suami.
*ย ย ย  Sebagian Masyayikh mengatakan:
Barangsiapa menyetubuhi isterinya lalu ketika ia merasa akan keluar mani (ejakulasi) ia membaca dzikir :
ู„ุงูŽ ูŠูุฏู’ุฑููƒูู‡ู ุงู’ู„ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุฏู’ุฑููƒู ุงู’ู„ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูŽูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุทููŠู’ูู ุงู’ู„ุฎูŽุจููŠู’ุฑู.
“Laa yudrikuhul abshooru wa huwa yudrikul abshooro wahullathiiful khobiiru”.
maka apabila Allah mentakdirkan, anak yang dilahirkan kelak akan mengungguli (kesholihan) kedua orang tuanya dalam hal ilmu, sikap, dan amalnya, Insya Allah.โ€
10. Setelah selesai bersenggama maka bersegeralah untuk wudlu jika hendak tidur (wudlu ini hukumnya sunah) dan atau basuhlah dzakar dengan air yang telah disiapkan tadi (gunakan air hangat atau air tawar biasa, jangan menggunakan air dingin) bila hendak mengulangi bersenggama, dan untuk si istri tidak usah membasuh farji-nya, sebab bisa melemahkan otot-otot farji. (FI)
11. Setelah selesai berjimak ada baiknya istri bertanya pada suami :
ย  ูƒูŠู ูˆุฌุฏุช ุงู‡ู„ูƒุŸ
“Kaifa wajad-ta ahlaka”
Bagaimana kau temukan keluargamu (istrimu) ?
Lalu suami menjawab :
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ู„ูƒ
“Baarokalloohu laki”
Semoga Alloh memberkahimu.
Keterangan Penutup :
– Boleh menyetubuhi istri dengan posisi apapun, selama yang dituju adalah farji istri. Namun usahakan untuk menjauhi posisi bersetubuh sebagai berikut :
a. Dengan berdiri, menyebabkan ginjal dan sendi pada lutut.
b. Dengan duduk, menyebabkan ginjal, sakit pencernaan, gangguang otot besar dan cacar.
c. Miring, menyebabkan sakit di area pantat, pinggang dan sulit ingzal.
d. Wanita diatas sebab mengakibatkan sakit di saluran kencing.
– Usahakan untuk bisa ingzal (klimaks) secara bersamaan. (FN)
– Jika ingin punya anak laki* maka setelah jima’, suruhlah istri tidur miring ke kanan dan jika ingin perempuan maka tidur miring ke kiri. (QU)

– Imam sayuthi mengatakan : Jima’lah istri pada malam jum’at juga malam senin. Sebab kedua malam ini adalah yg paling utama (QU)

– Haram bagi suami/istri menceritakan rahasia pasanganya pd orang lain terutama hal yg berhubungan dgn jima’ ini. (QU)

-Para hukama : 3 perkara menyebabkan kematian : bersetubuh ketika lapar, ketika kekenyangan dan setelah memakan daging yg dikeringkan. (FN)
– Haram membayangkan orang lain saat bersetubub dgn suami/istri.
– Siapa yang menghendaki isterinya melahirkan anak laki-laki, hendaknya ia meletakkan tangannya pada perut isterinya di awal kehamilannya sembari membaca doโ€™a (FI) :
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุณูŽู…ูู‘ูŠู’ ู…ูŽุง ูููŠู’ ุจูŽุทู’ู†ูู‡ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ููŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ู„ููŠู’ ุฐูŽูƒูŽุฑู‹ุง.
“Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Alloohumma innii usammii maa fii bathnihaa Muhammadan faj’alhu lii dzakaron”
Referensi Kitab :
QU : Qurrotul Uyun
FI : Fathul Izar
FN : Fiqih Nikah, oleh M. Ridlwan Qoyyum Sa’id
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: