Beruntung atau rugikah kita pasca Ramadhan??

Bulan Ramadhan telah berlalu, bukan berarti kemudian kita boleh mengulangi kembali kesalahan yang pernah kita lakukan sebelum Ramadhan. Sebab hakekat puasa ramadhan adalah untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾

183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqoroh : 183)

tujuan puasa agar kita bertakwa

Artinya, mereka yang tiada bertambah ketaqwaan setelah menjalankan puasa dan berbagai bentuk amal ibadah di Bulan Ramadhan, maka puasa mereka tidak ada faedahnya, na’uudzubillah min dzaalik.  Ingatlah bahwa Allah SWT telah memberikan kita banyak modal dalam kehidupan ini. Allah telah memberikan kita mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, kesehatan, kesempatan waktu, keimanan serta banyak sekali modal lain yang tiada terhitung nilainya. Tiada terasa, kita sadari ataupun tidak telah banyakmodal tersebut yang telah kita sia-siakan untuk hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia dan akherat bahkan sering kita gunakan untuk mengingkari Allah SWT.

Ibarat kata seorang pedagang yang telah mempunyai banyak modal, maka bila hasil dari perdagangan masih sama dengan jumlah modal, tentu orang tersebut telah merugi. Rugi tenaga, rugi waktu dan rugi segalanya. Apalagi jika ternyata hasil perdagangan lebih sedikit dari modal yang telah dikeluarkan, tentu pedagang tersebut telah celaka. Demikian pula dengan kesempatan yang Allah berikan kepada kita semua. Rizki yang Allah karuniakan kepada kita bukan untuk dipakai berlarut-larut dalam kemewahan dan keindahan keduniaan hingga melalaikan tugas utama kehidupan kita ke dunia ini yakni untuk beribadah kepada Allah SWT. Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban bagi tiap individu untuk senantiasa memperbaiki diri mereka agar selalu bertambah kebaikan di tiap pertambahan usia mereka.

من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون.

“Barang siapa hari ini LEBIH BAIK dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang BERUNTUNG, Barang siapa yang hari ini SAMA DENGAN hari kemarin dialah tergolong orang yang MERUGI dan Barang siapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari kemarin dialah tergolong orang yang CELAKA”

Ingatlah wahai saudaraku, baju yang aslinya baru tentu akan menjadi rusak di kemudian hari. Demikian pula seiring dengan bertambahnya usia kita mata yang dulunya bisa pakai dengan sigap, sedikit demi sedikit akan berkurang fungsinya. Tubuh yang tegap nan kuat akan semakin melemah. Kulit yang segar dan halus, lama kelamaan akan berkerut dan timbul keriput, wajah yang rupawan tidak akan selamanya kita miliki. seluruh keistimewaan yang pernah kita punyai saat ini atau di masa lampau, tentu akan semakin berkurang dan muaranya pada satu titik yang disebut dengan kematian. Sungguh tak ada yang abadi di dunia ini. Hanya mereka yang senantiasa bersama Allah SWT yang akan beruntung. Ingatlah bahwa kehidupan di akherat lebih baik dan harus lebih kita utamakan dari pada kehidupan dunia? Sebab disana kelak kita akan hidup selamanya. Kehidupan disana pun ditentukan oleh bagaimana sikap kita dalam menggunakan kehidupan di dunia saat ini. Jika yang kita tanam kebaikan maka tentu kelak kita akan panen kebaikan pula, demikian pula sebaliknya jika kita menanam keburukan tentu hasilnya akan lebih buruk dari yang kita sangka.

Oleh karenanya wahai saudaraku, marilah kita senantiasa berusaha meneruskan kebaikan yang telah kita laksanakan di bulan Ramadhan kemarin serta senantiasa meminta kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT berkenan menolong kita untuk selalu menjalankan ketaatan kepada-NYA. Semoga Allah SWT juga menolong kita dari setiap keburukan yang akan menimpa pada diri kita.

لا حول ولا قوة إلا باللہ العلي العظيم 

tidak ada daya untuk melakukan suatu ketaatan dan tiada upaya untuk menghindari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah

Beruntung atau rugikah kita berpuasa di bulan Ramadhan tahun ini ?? hanya diri kita sendiri yang bisa menjawabnya. Tergantung dari bagaimana tingkat ketakwaan kita kepada Allah SWT. Semakin banyak kita menjalankan perintah serta menjuhi larangan Allah SWT pasca Ramadhan ini maka semakin meningkat pula derajat ketakwaan kita disisi Allah SWT. Semakin kita bertaqwa maka semakin beruntunglah kita. Hadaanalloohu wa iyyaakum jamii’an. Demikian sebaliknya jika Ramadhan yang telah kita lalui tidak ada bedanya sama sekali atau bahkan ketakwaan kita makin menurun dibanding dengan sebelum Ramadhan, maka tentu kita termasuk orang yang merugi bahkan celaka. Na’uudzubillah min dzaalik.

do'a berpisah dengan ramadhan

“Allahumma yaa Allah…. janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa terakhir untuk hidupku, Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati, bukan yang hampa semata. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin😥 “

Mari berlomba-lomba mempertahankan kebaikan

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللّهُ جَمِيعاً إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿١٤٨﴾

148. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-baqoroh : 148)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: