Taubat…. Penting yach???

Akhiinal-kariim rohimakumulloohu jamii’an. Mari kita mencermati ayat berikut ini :

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللّهُ عَلِيماً حَكِيماً ﴿١٧﴾ وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ وَلاَ الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلَـئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً ﴿١٨﴾

017. (Sesungguhnya tobat di isi Allah) yakni yang pasti diterima di sisi-Nya berkat kemurahan-Nya (ialah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan) atau maksiat (disebabkan kejahilan) menjadi hal artinya tidak tahu bahwa dengan itu berarti mendurhakai Allah (kemudian mereka bertobat dalam) waktu (dekat) yakni sebelum mengalami sekarat (maka mereka itulah yang diterima tobatnya oleh Allah) artinya diterima-Nya tobat mereka (dan Allah Maha Mengetahui) akan makhluk-Nya (lagi Maha Bijaksana) mengenai tindakan-Nya terhadap mereka.

018. (Dan tidaklah dikatakan tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan) atau dosa (hingga ketika ajal datang kepada salah seorang mereka) dan nyawanya hendak lepas (lalu dikatakannya) ketika menyaksikan apa yang sedang dialaminya (“Sesungguhnya saya bertobat sekarang.”) karena itu tidaklah bermanfaat dan tidak akan diterima oleh Allah tobatnya. (Dan tidak pula orang-orang yang mati sedangkan mereka berada dalam kekafiran) yakni jika mereka bertobat di akhirat sewaktu menyaksikan azab, maka tidak pula akan diterima. (Mereka itu Kami siapkan) sediakan (bagi mereka siksa yang pedih) yang menyakitkan.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Taubat yang benar-benar akan diterima hanyalah taubat yang dilakukan sebelum seseorang berada dalam keadaan sakaratul maut. Sehingga wajib bagi setiap muslim untuk melakukan taubat nasuha, yakni kembali kepada jalan Allah SWT dengan menjalankan 4 hal yakni : menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan, berhenti dari perbuatan dosa itu, serta beri’tikad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tadi dan yang lebih penting lagi adalah segera mengembalikan hak dan meminta maaf atau meminta halal terhadap perbuatan dosa yang berhubungan dengan hak orang lain.

Kita adalah manusia yang memang dibekali dengan sikap salah dan lupa, banyak nikmat dari Ilahi robb yang masih tidak kita gunakan secara maksimal untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Oleh karena itu, memang kita diperintahkan untuk selalu bertaubat, serta selalu menjaganya dengan senantiasa bermuhasabah (menghitung kekurangan-kekurangan kita sendiri) atas tindakan sembrono serta sikap menyepelekan perbuatan dosa yang sering kita lakukan. Hal ini penting agar kita tidak terlalu lama bergemul dalam kubangan maksiyat serta lebih berhati-hati dalam memanfaatkan nikmat bernafas, nikmat bergerak, nikmat beristirahat serta nikmat-nikmat yang lain dari-Nya yang kesemuanya merupakan amanat yang harus dijaga dan untuk dipertanggungjawabkan kelak.

Sayyidina Umar ibn Khattab pernah berkata : Hitunglah diri(amal)mu sebelum kamu dihitung. Persiapkanlah dirimu untuk bertemu dengan hari yang besar, menghadap Allah SWT di hari yang tidak akan samar satupun amal yang pernah kamu lakukan di dunia ini.

Barang siapa yang ahli menghitung kekurangan diri sebelum datangnya hari penghitungan amal, maka kelak di hari qiyamat ia akan dihisab dengan lebih ringan dan lebih mudah. Namun sebaliknya, bagi orang yang tidak menyadari(mengakui) akan kekurangan diri (tidak bermuhasabah), maka akan kekal penyesalan dan penderitaanya. Ia akan berada di lapangan qiyamat (padang mahsyar) dengan penantian yang amat panjang, serta ia akan digiring pada kehinaan dan dicela oleh Tuhanya. Na’uudzubillah min dzaalik.

Oleh karenanya, semoga kita senantiasa mendapat hidayah serta ma’unah dari Alah SWT menjadi insan yang ahli taubatan nasuha serta ahli muhasabah sehingga kelak memperoleh ridlo-Nya Amiin yaa robbal aamiin.

Akhiina karim rohimakumulloh.

Perlu kita ketahui bahwa sumber utama dari segala kemaksiyatan yang kita lakukan pada hakekatnya bersumber dari tujuh anggota badan kita. Setelah taubatan nasuha diatas teah kita lakukan, maka langkah selanjutnya adalah menjaga diri dari dosa/kemaksiyatan yang lebih sering muncul dari ke tujuh anggota badan kita sebagai berikut :

Mata kita.

Mata yang tidak dijaga dari melihat hal-hal yang haram menyebabkan hati menjadi kotor penuh dengan penyakit. Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita bahwa melihat (kepada kemaksiyatan) merupakan anak panah dari panahnya Iblis la’natullah ‘alaih. Sebab dari melihat ini akan menimbulkan dorongan berpikir kotor dan dari pikiran kotor ini akan menimbulkan zina. Zina mata akan menjadi bahan pertimbangan bagi hati untuk menyetujui dan meneruskan zina itu pada perbuatan zina yang lebih besar lagi ataukan menolak zina untuk kemudian memiih bertaubat.

Para ulama’ berfatwa : takutlah kalian pada penglihatan(kemaksiyatan). Sebab apa yang kalian lihat akan kalian ukir dalam hati. Ketahuiah olehmu bahwa sesungguhnya keburukan dunia itu tampak nyata, banyak ujian yang timbul akibat bujukan dunia yang diawali dengan pengihatan ini.

Lisan Kita

Anggota badan seanjutnya yang juga merupakan sumber dari setiap kemaksiyatan adalah lisan. Lisan kita akan mendorong pada ridlo Allah manakala kita menggunakanya untuk mengucapkan kalimah-kalimah toyyibah, dzikir dan do’a serta melakukan segala bentuk anjuran agama kita. Namun lisan ini juga akan menjadi lantaran menuju neraka manakala lisan yang kita miliki kita gunakan untuk berbohong. Allah SWT mengingatkan kita akan bahaya berbohong melalui ayat Al-qur’an :

إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَأُوْلـئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ ﴿١٠٥﴾

105. Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta (Q.S. An-Nahl 101).

Banyak orang menjadi hina karena berbohong dan Allah benar-benar melaknati orang-orang yang suka berbohong. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa sifat bohong merupakan salah satu dari ciri orang munafiq yang kelak diancam oleh Allah akan ditempatkan pada tingkatan neraka paling rendah, na’uudzubillah min dzaalik.

Lisan ini juga harus kita jaga dari berghibah (membicarakan aib orang lain). Sebab sebagaimana diterangkan dalam hadis bahwa tiap muslim satu dengan muslim lainya haram darah mereka (tidak boleh dibunuh), haram hartanya (tidak boleh dijarah, dicuri, dirampok, dirampas, dimiiki secara tidak hak), serta haram harga dirinya (tidak boleh dihina, dilecehkan termasuk dighibah, dsb).

Jangan sampai kita terjatuh pada perbuatan namimah (adu domba) serta pada tindakan memfitnah orang lain. Allah melarang hal itu melalui firman-Nya :

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ ﴿١٠﴾ هَمَّازٍ مَّشَّاء بِنَمِيمٍ ﴿١١﴾

010. (Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah) dengan cara yang batil (lagi hina) yakni rendah. 11. (Yang banyak mencela) atau sering mengumpat (yang kian ke mari menghambur fitnah) yakni berjalan ke sana dan ke mari di antara orang-orang dengan maksud merusak mereka, yakni menghasut mereka. (Q.S Al-Qalam : 10 – 11)

Yang selanjutnya janganlah kita menggunakan lisan untuk menghina dan meremehkan orang lain. Dalam Al-qur’an disebutkan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ﴿١١﴾

011. (Hai orang-orang yang beriman, janganlah berolok-olokan) dan seterusnya, ayat ini diturunkan berkenaan dengan delegasi dari Bani Tamim sewaktu mereka mengejek orang-orang muslim yang miskin, seperti Ammar bin Yasir dan Shuhaib Ar-Rumi. As-Sukhriyah artinya merendahkan dan menghina (suatu kaum) yakni sebagian di antara kalian (kepada kaum yang lain karena boleh jadi mereka yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olokkan) di sisi Allah (dan jangan pula wanita-wanita) di antara kalian mengolok-olokkan (wanita-wanita lain karena boleh jadi wanita-wanita yang diperolok-olokkan lebih baik dari wanita-wanita yang mengolok-olokkan dan janganlah kalian mencela diri kalian sendiri) artinya, janganlah kalian mencela, maka karenanya kalian akan dicela; makna yang dimaksud ialah, janganlah sebagian dari kalian mencela sebagian yang lain (dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk) yaitu janganlah sebagian di antara kalian memanggil sebagian yang lain dengan nama julukan yang tidak disukainya, antara lain seperti, hai orang fasik, atau hai orang kafir. (Seburuk-buruk nama) panggilan yang telah disebutkan di atas, yaitu memperolok-olokkan orang lain mencela dan memanggil dengan nama julukan yang buruk (ialah nama yang buruk sesudah iman) lafal Al-Fusuuq merupakan Badal dari lafal Al-Ismu, karena nama panggilan yang dimaksud memberikan pengertian fasik dan juga karena nama panggilan itu biasanya diulang-ulang (dan barang siapa yang tidak bertobat) dari perbuatan tersebut (maka mereka itulah orang-orang yang lalim.) (Q.S Al-Hujarat : 11)

Lisan itu amat tajam, melebihi tajamnya pedang. Luka yang diakibatkan oleh kesalahan lisan akan lebih sulit untuk diobati dan ebih lama sembuhnya daripada luka akibat sabetan pedang. Banyak orang menjadi mulia karena lisan namun tidak sedikit orang yang menjadi hina juga karena lisanya. Semoga Allah SWT memberi pertolongan kepada kita untuk menghindari keburukan-keburukan lisan.

Telinga kita

Anggota tubuh selanjutnya yang juga merupakan sumber kemaksiyatan adalah telinga kita. Janganlah kita menggunakan telinga ini untuk mendengarkan keburukan-keburukan lisan sebagaimana diatas, serta untuk menikmati lagu-lagu maupun musik yang membuat lupa pada Allah SWT. Sebab lagu yang membuat lupa pada Allah juga akan menimbulkan sikap kemunafikan dalam hati kita. Adapun dzikir dan bacaan-bacaan Alqur’an/al-hadis akan menumbuhkan keimanan.

Perut kita

Perut merupakan anggota tubuh yang amat vital yang harus dijaga dari setiap perkara haram serta perkara-perkara syubhat. Bahkan harus dijaga pula dari memenuhinya secara berlebihan sebab hal itu akan membuat keras hati.

Kedua tangan kita

Kedua tangan adalah anggota tubuh selanjutnya yang harus dijaga dari dari bekerja/mencari  barang haram. Jangan menulis sesuatu yang haram untuk diucapkan, jangan memukul/mencelakai muslim lain tanpa haq, dan atau melakukan kemaksiyatan-kemaksiyatan lainya.

Kedua kaki kita

Kaki juga harus dijaga, jangan sampai digunakan untuk berjalan menuju tempat kemaksiyatan, berjalan menuju penguasa yang dzalim tanpa adanya dharurat dan kemaksiyatan lainya.

Kemaluan kita

Allah memberi amanah kemaluan (farj) kepada kita untuk kita jaga dan kita saurkan hanya kepada orang yang telah ditentukan oleh-Nya sebagai pasangan hidup. Nabi Muhamad SAW menyarankan para pemuda yang masih belum mampu untuk menikah dengan memperbanyak berpuasa agar mereka bisa mengendalikan hawa nafsunya.

Akhirnya, marilah kita berusaha menjaga ketujuh anggota badan kita diatas dengan sekuat tenaga kita dalam menghindari kemaksiyatan. Jangan menunggu bertaubat hingga tua, sebab belum tentu usia kita sampai tua. Tapi bertaubatlah sejak masih muda, sebab titipan kekuatan Alah untuk taat pada-Nya masih ada pada diri kita. Semoga petunjuk serta pertolongan Allah SWT senantiasa menyertai langkah kita semua menuju masa depan akherat dalam naungan ridlo-Nya, Amiin yaa robbal alamiin.

==============

Referensi : KItab Kifayah al-atqiya’

3 Comments

  1. Cak Agus said,

    26/08/2013 at 15:40

    yaaaah……. ngaji itu penting…..
    bukan yang penting ngaji….

  2. Cak Agus said,

    26/08/2013 at 15:43

    ohyataad….
    ayat tsb dalam surah apa….

  3. 18/09/2013 at 01:26

    maaf baru sempat buka, ayatnya ada dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ : 17 dan 18🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: