ILMU ITU BUKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI PENGETAHUAN, TAPI ILMU ITU UNTUK DIAMALKAN

Berikut adalah petikan ringkasan materi Haul K. Kholil (Pendiri Pondok Pesantren Al-Hidayah, Selo) Kec. Tawangharjo Kec. Grobogan Jawa Tengah oleh Gus Rojih Maimun (Sarang, Rembang)

Semoga bermanfaat untuk para alumni, para santri, serta para pembaca pada umumnya yang mungkin belum sempat datang dan atau mendengarkan sendiri taushiyah dari beliau Gus Rojih.

(Ammaa Ba’d alhamd was sholatu ‘ala rosulillah)

Para ulama’ salafy sebagaimana Al-Imam Muhasibi dan Al-Imam Junaid itu, selalu berdo’a agar mendapat keberkahan ketika wafatnya serta mendapat keberkahan setelah wafatnya.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِى اْلمَوْتِ وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا بَعْدَ اْلمَوْتِ

Hati mereka selalu behubungan dengan qubur, mereka selalu mengingat kematian dan Mereka, walaupun telah menjadi seorang alim ulama’, namun tetap mau berkumpul dengan orang awam. Sikap yang mereka miliki yakni tidak mau berprasangka buruk pada orang lain serta tidak beryakinan bahwa orang lain lebih jelek dari mereka.

Bisa jadi walau saat ini mereka belum berbuat baik, kelak akan taubat sebelum meninggal. Demikian sebaliknya, belum tentu ketaatan yang dilakukan seseorang bisa bertahan hingga akhir hayat mereka.

Syam adalah salah satu contoh negara paling jelek pada awalnya. Namun dengan sifat Abu Darda’ yang selalu berhusnud dzan dan mempunyai akhlakul karimah, hingga saat ini Negara itu menjadi amat hebat.

Para wali Allah di zaman dahulu akan merasa panas dan merasa tidak enak ketika akan berbuat maksiyat, hal ini dikarenakan mereka benar-benar kuat dalam hal keimanan dan hati nurani mereka yang bersih . Hati mereka tetap mengingat Allah walau mulut dan anggota badan sedang melaksanakan aktifitas keduniaan.

Di daerah damaskus, terdapat masjid yang pernah digunakan Abu Hurairah RA serta Mu’az bin Jabal ternyata dibangun bersebelahan dengan pasar. Namun demikian, konsentrasi dzikir mereka tidak pernah terganggu. Sebab memang hati mereka selalu terpaut dengan Allah walau berapapun besar ganggunganya. Sehingga oleh imam Al-Muhasibi memunculkan istilah :

الخلوة فى الجلوة

Menyepi dalam keramaian.

 

Oleh karenanya, marilah kita meniru do’a mereka semoga kita senantiasa mendapat petunjuk dari Allah SWT, hingga kita mendapat ridlo dari-Nya dunia akherat, bisa meneladani apa yang menjadi kebaikan mereka, Amiin yaa robb….

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :

يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيّاً ﴿١٢﴾

012. (Hai Yahya! Ambillah Kitab itu) yakni kitab Taurat (dengan sungguh-sungguh) secara sungguh-sungguh. (Dan Kami berikan kepadanya hikmah) kenabian (selagi ia masih kanak-kanak) sewaktu berumur tiga tahun.

==========

Penjelasan :

Nabi Zakariya adalah seorang yang amat khusyu’. Setelah menjelang masa tua, beliau sadar bahwa kekuatanya mulai berkurang, rambutnya mulai memutih, namun saat itu beliau belum juga mempunyai keturunan. Karena khawatir akan penerusnya, beliau pun berdo’a meminta agar dianugerahi seorang putera. Do’a beliaupun diijabahi oleh Allah dengan lahirnya seorang nabi yang belum ada satupun mampu menyerupainya. Adalah Nabi Yahya yang merupakan salah satu manusia pilihan, seorang Rasul yang amat terkenal mempunyai banyak ilmu hikmah. Yakni, seorang Nabi yang bersungguh-sungguh dalam mempelajari kitab taurat sejak masa kanak-kanaknya serta mengamalkan ajaran Taurat tersebut sesuai perintah Tuhanya. Beliau adalah type seorang ahli dzikir yang suka bergaul dengan siapapin dan tidak egois.

Oleh karenanya, termasuk tanda-tanda bahwa seseorang akan dijadikan kekasih Allah adalah mereka yang sejak kecil telah memiliki semangat untuk mencari ilmu untuk kemudian mau mengamalkan ilmu mereka kepada orang lain. Ilmu yang mereka miliki bisa memberi manfaat kepada orang lain, bukan untuk membodohi atau menyesatkan orang. Hal inilah yang pada akhir-akhirnya kurang diperhatikan. Tidak sedikit orang yang ‘alim ilmu namun ilmu tersebut tidak memberikan manfaat. Memang betul, kita diwajibkan mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya sebagai bekal hidup masa depan. Namun jauh lebih penting daripada itu bahwa ilmu yang kita miliki wajib untuk kita amalkan demi kebaikan diri dan orang lain. Jangan sampai banyak ilmu, tapi hanya untuk digunakan sebagai bahan perdebatan. Sebab hal seperti ini serupa dengan sifat orang-orang yahudi. Mereka lupa bahwa yang memberi ilmu adalah Allah SWT,dzat yang maha berilmu, memberikanya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya dan sangat mampu mengambilnya kembali. Ingatlah satu peribahasa bahwa “Belajar Diwaktu Kecil Bagai Mengukir Diatas Batu, Belajar Di Waktu Tua Bagai Mengukir Diatas Air”. Maka perhatikanlah pendidikan anak cucumu, agar engkau diberikan generasi penerus yang bisa diandalkan oleh agamamu. Sesungguhnya manusia paling bahagia adalah mereka yang mempunyai keturunan, dan yang paling beruntung diantara orang yang mempunyai keturunan adalah mereka yang mempunyai anak-anak yang sholih.

Selanjutnya ayat diatas diteruskan dengan lafadz :

وَحَنَاناً مِّن لَّدُنَّا وَزَكَاةً وَكَانَ تَقِيّاً ﴿١٣﴾

013. (Dan rasa belas kasihan yang mendalam) terhadap manusia (dari sisi Kami) dari haribaan Kami (dan zakat) yakni senang bersedekah kepada mereka (Dan ia adalah seorang yang bertakwa) menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa Nabi Yahya tidak pernah melakukan suatu dosa pun, dan hatinya tidak pernah mempunyai keinginan untuk melakukannya.

==========

Sifat yang dimiliki nabi yahya sebagai orang yang punya sifat rahmah(belas kasihan) terhadap orang lain inilah yang nampaknya perlu perlu untuk kita miliki dan juga perlu dimiliki oleh setiap pemimpin kita. Sebab dengan sifat seperti inilah daerah yang kita huni akan menjadi aman, penuh keberkahan. Tanda seorang kekasih Allah selanjutnya adalah mereka mempunyai sifat kasih sayang kepada siapapun, jarang marah, ahli membersihkan diri dari segala bentuk kemaksiyatan serta selalu mengupayakan diri untuk bertaqwa pada Allah SWT kapanpun dan dimanapun berada.

وَبَرّاً بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُن جَبَّاراً عَصِيّاً ﴿١٤﴾

014. (Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya) yaitu selalu berbuat baik kepada keduanya (dan bukanlah ia orang yang sombong) takabur (lagi bukan pula ia orang yang durhaka) terhadap Rabbnya.

==========

Seorang ahli ilmu selalu berbakti kepada orang tua mereka, mendoakan keselamatan mereka walaupun telah meninggal serta menghindarkan diri dari sifat takabur dan durhaka.

Ingatlah bahwa sesungguhnya tiada dosa yang lebih cepat siksanya melebihi dosa durhaka kepada orang tua. Ialah orang yang amat beruntung jika ia diberikan rizqi yang cukup serta diberi keturunan yang ta’at.

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيّاً ﴿١٥﴾

015. (Kesejahteraan) dari Kami (terlimpahkan kepadanya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali) di saat-saat yang mengerikan yakni hari kiamat. Pada hari itu belum pernah ada pemandangan yang sengeri itu, maka Nabi Yahya selamat daripadanya.

==========

Allah mendoakan kesejahteraan bagi nabi yahya ketika hari ia dilahirkan. Inilah yang telah sering dijalankan oleh para ulama’ kita. Sehingga ketika ada seseorang lahir, maka diadakan acara mendoakan mereka, lewat pembacaan al-qur’an, pembacaan maulid, serta do’a-do’a melalui acara-acara lainya.

Allah juga mendo’akan kesejahteraan kepada Nabi yahya ketika hari ia meninggal. Ini juga yang dipraktikan para ulama’ jawa. Sehingga ketika ada seseorang yang meninggal diadakanlah ritual mendo’akan mereka.

Adanya acara 7 hari kematian mengibaratkan bahwa secara umum manusia yang berada dikubur mereka, paling lama jasadnya akan utuh selama 7 hari. Bersamaan dengan rusaknya jasad itu maka para ahli waris memintakan kepada Allah agar tidak dibarengi dengan kemlaratan ruh sebab dimasukan dalam  neraka atau dalam qubur mereka.

Acara 40 hari kematian mengingat bahwa Rasulallah pernah bersabda bahwa antara 2 tiupan (tiupan mematikan dan tiupan membangkitkan) terompet malaikat israfil di hari qiyamat kelak adalah 40. Maka dengan mendo’akan mereka tujuanya adalah agar ruh mereka kelak selamat dari kesusahan di kala itu.

Acara 100 hari kematian adalah pengamalan hadis Rasulullah yang mengatakan bahwa jumlah rahmat Allah da 100, yang baru turun di dunia ini baru 1 dan 99 lainya akan turun berupa syafaat di hari qiyamat. Adapun do’a tadi merupakan pengharapan agar kelak di hari qiyamat ahli qubur yang dituju bisa memperoleh keseluruhan rahmat Allah tersebut.

Sedang acara 1000 hari kematian adalah menunjukan suatu dalil yang mngatakan bahwa 1 hari di akherat adalah 1000 tahun dalam penghitungan waktu dunia. Maka perlunya do’a ini agar dihari-hari berikutnya si mayyit benar-benar mendapat curahan maghfirah serta rahmat dari Allah SWT.

Akhirnya, semoga kita diberikan hidayah oleh Allah SWT, mampu meneladani sikap serta sifat para Nabiyullah diatas. Amiin yaa robbal Alamiin.

 

 

Selo, 23 September 2012

3 Comments

  1. aim al-hidayah said,

    20/10/2012 at 04:51

    om, masak ane mesti mencopy tulisan di atas agar bisa mmbaca smuane,.. ane pake dekstop ukuran standar PC, animasi widget mario teguh menutupi sebagian catatan yang oom tulis,…

  2. rezza said,

    26/10/2012 at 14:58

    Subhanallah,terimakasih atasa pencerahannya,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: