ADAB BERPUASA (Puasa Orang-Orang Shalih)

Wahai orang mukallaf, janganlah engkau mengira bahwa puasa adalah hanya menahan perut dan farji (Kemaluan) dari melakukan syahwatnya saja. Tidak hanya menahan makan, minum dan bersenggama saja. Cobalah kita renungi sabda Rasulullah SAW :

“Banyak orang berpuasa namun tiada ia peroleh dari puasanya selain lapar dan dahaga” (Al-Hadist)

Hal ini terjadi tidak lain karena mereka tidak menjaga anggota badan dari apa yang dibenci oleh Allah SWT. Inilah Puasa orang-orang shalih atau orang-orang khusus. Rasulullah SAW juga bersabda :

“Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan bohong, dan mereka melakukanya maka tiadalah hajat bagi Allah SWT untuk meninggalkan makan dan minumnya” (Al-hadist).

Ingatlah bahwa sempurnanya puasa adalah dengan menahan seluruh anggota badan baik teling, mata, lisan, tangan, kaki dan sebagainya dari apa yang dibenci oleh Allah SWT. Menahanya dari bermacam-macam dosa.

1. Menjaga Mata

Wajib bagi kita untuk menjaga mta dari melihat terhadap sesuatu yang makruh (dibenci), yakni melihat sesuatu yang bisa mengalihkan hati kita dari berdzikir kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :

Penglihatan adalah merupakan racun yang dibuat oleh Iblis laknatullah ‘alaih. Barang siapa meninggalkan penglihatan karena takut kepada Allah ‘azza wa jalla maka ia akan diberikan keimanan dan dapat menemukan manisnya keimanan itu dalam hatinya.

2. Menjaga lisan

Janganlah mengucapkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya. yang dimaksud ucapan yang bermanfaat adalah ucapan yang bisa bermuara pada keselamatan kita di hari akherat kelak dan sesuatu yang bisa menghindarkan kita dari sesuatu yang membawa dharurat dalam kehidupan di dunia ini. yakni yang berhubungan dengan makanan, minuman, pakaian penutup aurat, penjagaan terhadap farj (Kemaluan), dan sebagainya. mengucap / mengusahakan sesuatu yang bisa menjaga kesemuanya itu adalah boleh, tapi selebihnya bila berhubungan dengan kelezatan dan kesenangan nafsu adalah haram.

3. Menjaga telinga

Janganlah kita menggunakan telinga ini untuk mencari kesenangan dalam perkara yang diharamkan oleh Allah SWT. Kare orang yang mendengarkan perkara haram merupakan teman dari orang yang mengucapkan perkara haram tersebut. mereka sama-sama berdosa. Jikalau ghibah adalah haram, maka berdiam diri ketika ada orang lain berghibah pun juga haram hukumnya. Seperti itu pula bahwa menjaga seluruh anggota badan dari segala hal yang dibenci syara’ adalah wajib hukumnya.

4. Menjaga perut dan farji dari memenuhi syahwatnya.

Dalam hadist diriwayatkan oleh Jabir, dari anas dari Rasulillah SAW bersabda :

Lima hal yang membatalkan (Secara hakekat / bukan secara syar’i) atas puasa dari orang yang melakukanya adalah berbicara bohong, melakukan ghibah (Gosip), Namimah (mengadu domba), Sumpah palsu dan melihat dengan syahwat atas perkara haram.

“Semoga kita diberikan hidayah Allah SWT untuk ikut meneladani puasa seperti ini, sehingga kita puasa kita lebih berkualitas dari sebelumnya”. Amiin yaa robb….

Al-‘Alim al-fadhil Al-kamil Syekh Imam Muhamad Nawawi, Maraqiy al-ubudiyyah fi Syarh Bidayatul Hidayah, Al-Jawi. hlm. 59-60.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: