Tata Krama di Masjid

Apakah anda ingin mendapat pahala lebih ketika dimasjid??? Baca, ikuti dan laksanakan Tata Krama di Masjid berikut ini. Insyaallah kunjungan anda ke dalam masjid akan lebih bermakna dan bernilai lebih di sisi Allah SWT.

Tata Krama di Masjid

1. Usahakan pergi ke masjid dengan berjalan kaki dengan penuh kekhusyuan serta rendah diri, seolah-olah engkau dipanggil untuk menghadap Allah SWT (Seperti orang yang akan meninggal).

2. Masuklah ke dalam masjid dengan mendahulukan kaki kanan serta membersihkan sandal di luar masjid.

3. Mintalah agar rahmat Allah terbuka untukmu dengan berdo’a sebagai berikut :

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Yaa Allah, bukakanlah untuku pintu rahmat-MU

4. Niati masuk ke masjid dengan I’tikaf dengan membaca contoh niat berikut :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. نَوَيْتُ اْلإِعْتِكَافَ مَادُمْتُ فِيْهِ سُنَّةً لله تعالى

Aku Niat beri’tikaf di dalam masjid ini, sunnah karena Allah SWT“.

5. Lakukan 2 raka’at shalat tahiyatal masjid (Sebagai bentuk penghormatan kepada masjid).

6. Ucapkan salam kepada penghuni masjid walaupun keadaan sepi (Sebab masjid selalu ramai oleh para malaikat dan para jin)

7. Duduklah dengan “andap asor” bertakarrub/mendekatkan diri pada Allah SWT.

8. Perbanyaklah dzikir di dalam masjid.

9. Jangan menuruti hawa nafsu di dalam masjid, sebab tidaklah engkau akan memperoleh kecuali kekecewaan.

10. Jangan bertengkar/mengeraskan suara di dalam masjid.

11. Jangan sekali-kali mengganggu ketenangan masjid dengan suara gaduh, suara HP, dan hal-hal lain terlebih ketika ada orang yang sedang shalat di dalam masjid.

12. Jangan melangkah/berjalan di depan orang yang sedang shalat.

13. Jangan sibuk dengan urusan duniawi maupun membicarakan keduniaan di dalam masjid agar engkau selamat dari Ancaman Rasulullah SAW :

قال النبي ص.م : يأتى فى آخر الزمان ناس من أمتي يأتون المساجم يقعدون فيها حلقا حلقا ذكرهم الدنيا وحب الدنيا لاتجالسوهم فليس لله بهم حاجة

Akan datang di akhir zaman dimana umatku mendatangi masjid, duduk di dalamnya dengan berkelompok-kelompok, yang mereka bicarakan adalah urusan dunia sedang para pecinta dunia tidak duduk bersama mereka. Maka tiadalah bagi Allah untuk memenuhi hajat mereka“.

14. Keluarlah dari masjid dengan kaki kiri dengan meletakan kaki diatas sandal kemudian memakai sandal dengan mendahulukan kaki kanan.

15. Mintalah keutamaan dari Allah SWT ketika keluar masjid dengan berdoa :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Yaa Allah, aku memohon keutamaan dari-MU

 

Keterangan tambahan :

Sesungguhnya Rumah Allah di bumi ini ada masjid-masjid, dan para tamu Alah orang-orang yang mau memakmurkan masjid mereka untuk beribadah. Maka beruntunglah orang yang mau bersuci di rumah mereka kemudian mengunjungi rumah Allah sebagai tamu-NYA. Bila Allah memerintahkan kita untuk menghormati tamu, maka tentu DIA lebih tahu bagaimana cara menghormati tamu-NYA” ( Al-hadist ).

Dari Anas Ibn Malik RA berkata : “Barang siapa menyalakan lampu untuk menerangi masjid, maka para Malaikat dan penghuni/pembawa Arsy akan mendo’akan orang tersebut agar diampuni dosanya selagi cahaya lampu itu masih menerangi masjid”. (Al-Hadist)

Masjid adalah Rumah Allah SWT. Barang siapa yang hatinya terpaut pada masjid yakni yang memakmurkan masjid dengan amal ibadah, maka ia akan mendapat naungan kelak di hari qiyamat bersama para pemimpin yang adil, Pemuda yang rajin beribadah kepada Allah, dua orang yang bersaudara bertemu dan berpisah karena Allah, pemuda yang bermoral, Orang yang mengingat Allah dalam kesunyian meleleh air mata karena mengingat dosa, orang yang ahli shadakah secara rahasia, (Sebagaimana dinyatakan dalam hadis Rasulullah SAW).

 

Dikutip dari Kitab “Taisir al-kholaq”, hlm.25-27

 

2 Comments

  1. ramadhan said,

    28/12/2012 at 15:02

    bagaimana dengan jamaah yg sering buang luda, apa tetap disambut allah ata tdk dengan kedatanganxa ?

    • 29/12/2012 at 03:07

      Saya pernah mendengar keterangan dari salah seorang guru saya yang mengatakan bahwa ada 1 dosa yang tidak akan dihapus sebelum dia membersihkannya, yakni dosa meludahi masjid. (kalo tidak salah dalam kajian hadis Riyadhus Sholihin) bisa ditebus dengan membersihkanya dulu. kalau ditempat saya ada salah seorang ulama’ yang selau membawa semacam gelas berisi pasir, untuk tempat meludah ketika beiau di Masjid dan tempat itu selalu dibersihkan setelah beliau keluar. mungkin merupakan salah satu antisipasi dari ancaman diatas. Wallahu a’lam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: