Urgensi keseimbangan Ilmu dan Iman.

Iman tanpo dibarengi ngelmu ndade’ake nggladrah, sembarang watu mboh kayu podo disembah.

Ngelmu tanpo dibarengi iman ndade’ake ngragas, sembarang watu mboh kayu podo dipangan

Iman seseorang yang tidak disertai dengan Ilmu, maka akan melahirkan sifat fanatisme buta. Tanpa sadar ia terpuruk pada jurang syirik yang amat berbahaya bagi keselamatan keimanan dalam hati kita. Sebaliknya, ketika Ilmu tanpa dibarengi keimanan, maka akan melahirkan suatu sikap tama’, hingga menghalalkan cara yang haram, Korupsi, kolusi, nepotisme dan bermacam-macam bentuk sifat keburukan hati manusia.

Demikian ungkapan salah seorang ustadz bernama K.H. Bukhori Masruri (Pendiri group qasidah Nasidaria, Semarang) yang sempat tenar di era tahun 90-an. Pada hari sabtu, 01 Oktober 2011 sekitar pukul 21.00 WIB, Beliau diundang oleh panitia untuk memberikan ceramahnya dalam acara Pengajian Umum Dalam rangka Haul K.Cholil Thoyyib.

Mungkin ucapan tersebut hanya sekedar pendapat personal seseorang. Namun bila kita perhatikan betul-betul, bukankah hal seperti ini nyata dan dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari??? Batapa banyak penyimpangan para muslim dari rel syari’at yang disebabkan oleh tidak seimbangnya Ilmu dan amal mereka. Munculnya berbagai macam aliran sesat, serta merebaknya penyakit gila harta adalah salah satu contoh kecilnya. Lalu apa tindakan nyata yang harus kita lakukan ketika dunia sekitar kita telah banyak yang terkena wabah seperti ini ? sudah kah kita melakukan tindakan antisipatif ataukah justeru malah ikut tertular penyakit hati seperti ini??

Jawabanya tentu ada pada diri kita sendiri. Ketahuilah wahai para sahabat, bahwa tiada yang lebih berbahaya daripada penyakit seperti ini. Tidak ada dokter manapun yang mampu menyembuhkanya, tidak ada ustadz / kyai manapun yang mampu mengobati, tiada satu dukun pun yang dapat menolong, ketika seseorang telah terjangkit hati mereka oleh kebutaan hati. Sebab obat yang paling mujarab ada pada diri kita sendiri. Perkuat keimanan kita dan jangan sampai goyah oleh bujuk rayu syetan, hawa nafsu, serta kemewahan dunia. Kita hidup tidak untuk selamanya, namun hanya sementara bahkan sekejap saja. Tidak banyak yang tika ketahui tentang usia kita hingga kapan bisa bertahan di dunia. Kita tidak tahu kapan sang Pencabut nyawa akan melaksanakan misi dari Ilahi robb untuk menjemput kembali ruh yang telah dititipkan pada kita. Hanya dengan keimanan kita akan selamat menghadapi bahayanya ajakan syetan tersebut. Hanya dengan ketakwaan kita akan selamat dari kematian serta berbagai tuntutan dalam pengadilan Allah SWT di hari qiyamat kelak.

Masih ada kehidupan mendatang yang lebih kekal abadi dan lebih utama, yakni kehidupan akherat. Kehidupan masa depan kita yang ditentukan oleh persiapan di masa saat ini.

Demikian juga untuk bisa berhasil melalui semua hal baik di dunia dan di akharet, maka harus mengetahui Ilmunya. Dunia bisa diraih hanya dengan Ilmu, akhirat juga demikian. Hingga Ilmu memegang peranan penting dalam memajukan seseorang untuk mencapai kesuksesan Dunia Akherat. Tidaklah cukup kita meninggalkan duniawi untuk mengejar ukhrawi dan atau sebalikya hanya mementingkan dunia hingga tiada satupun persiapan menghadap Allah kelak.

Semoga kita bermasuk orang yang sukses dunia akherat serta terhindar sejauh mungkin dari api neraka. Amin ya robbal alamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: