Ojo Sembrono

Satu kata yang senantiasa aku ingat……

Tanggal 26 Ramadhan 1430 H, dimana ini adalah 1 hari terakhir ayahandaku hidup di Dunia ini, setelah pada malam ke-27 Ramadhan beliau di panggil untuk menghadap Allah SWT, Semoga Amal beliau diterima dan diridloi Allah SWT serta dihindarkan dari azab dan siksa-NYA Amin yaa robbal alamiin. Ayah merupakan pribadi yang tangguh dalam hidupnya, yang tiada pernah mengeluh hanya karena hidup serba kekurangan. Setelah bertahun-tahun mengajak warga di dusun kami, akhirnya mulai tampak sedikit demi sedikit hasil peluh keringat beliau. Pada tahun 2002 kami diuji oleh Allah SWT dengan sakit yang di derita beliau. Sempat kami obatkan di berbagai tempat hingga sekitar 80% ingatan beliau kembali setelah hampir setahun menderita strouk. Tahun 2006 beliau terserang lagi, namun bisa diatasi dan akhirnya untuk yang ketiga kalinya pada tahun 2010 penyakit strouk tersebut merenggut nyawa beliau. Sempat bertahan sekitar 1 bulan, beliau merasakan penyakit yang makin mengganas itu.

Tanggal 26 Ramadan ini, saat siang hari keluarga sibuk dengan aktivitas, dan hanya adik menemani beliau bersama saudara bungsu kami. Tiba-tiba saya yang sedang ikut membantu ibunda di dapur, harus bergegas karena dipanggil oleh Ayahanda. Tak tahu sebabnya apa hanya saya yang dipanggil. Setelah menghadap beliau  yang sedang duduk bersandar tubuh sang adik sambil mengeluarkan banyak air liur yang mungkin sebagai tanda keluarnya penyakit, saya pun bertanya kepada beliau. Ada apa ayah???

Beliau hanya menjawab : “Ojo Sembrono” (Jangan kamu teledor)

Sebagai isyarat belum mengerti, saya pun bertanya lagi : Teledor apa maksud ayah???

Tanpa ia jawab maksud dari ucapan beliau itu. Setelah itu beliau berdzikir, tanpa lekang tanganya memutar tasbih seraya mengucap nama “Allah” hingga waktu malam menjelang dan menjemput kematianya dengan raut muka tersenyum.

Tubuh yang dulu senantiasa memberi semangat pada kami…. kini telah terbujur kaku tak berdaya.

Perangai yang dulu senantiasa meneduhkan kami…. kini berpamit untuk menghadap-NYA lebih dulu.

Hanya keteguhannya menghadapi berbagai macam serangan yang menjadi sisa kenangan……

Menetes semua air mata keluarga, kerabat, masyarakat, serta handai taulan mengiringi kepergian beliau.

Namun, kami harus tetap tegar, walau beban berat menanti kami sekeluarga.

Bukankah semua yang ada di dunia adalah milik Allah????

Bukankah Allah akan kembali mengambil segala yang menjadi milik-NYA???

Yaa robb, semoga Engkau ampuni dosa-dosa beliau dan mengumpulkan kami kelak dalam rahmat dan ampunan-MU. Amin.

Kini setelah 2 tahun berselang, saya masih selalu mengingat kata “Ojo Sembrono” yang selalu terngiang dalam telinga. Berusaha mencari apa maksud wasiat beliau ini, hingga kadang yang timbul adalah perasaan putus asa dan minder.

Saat ini telah banyak cara saya lakukan guna mencari maksud dari kata ojo sembrono itu kepada para guru, para kyai, kerabat dan orang-orang yang saya anggap bisa menafsirkan pesan almarhum ayah saya tersebut. Adapun beberapa hasil yang telah kami peroleh diantaranya :

  1. Ojo sembrono berarti jangan sampai kamu teledor terhadap almarhum ayahmu, selalu doakan beliau sampai kapanpun supaya diberikan ketentraman di alam quburnya.
  2. Ojo sembrono berarti jangan sampai kamu teledor terhadap ibumu, jangan sampai menyakitinya dan jaga adik-adik serta anggota keluargamu sebaik mungkin. Selalu kondisikan kerukunan dengan mereka.
  3. Ojo sembrono berarti jangan sampai kamu teledor terhadap masyarakat yang telah diamanahkan kepadamu dan kakakmu, sebab hal ini akan berakibat pada nasib ayah dialam quburnya.
  4. Ojo sembrono, maksudnya adalah selalu berhati-hati. Mengerjakan sesuatu tidak boleh hanya didasarkan ilmu lisan saja(apalan dalil-dalil), tetapi harus pula didasari ilmu hati atau ilmu hikmah, atau umumnya orang menyebut ILMU RASA yang akan melahirkan kebijaksanaan sehingga semua orang di sekitar sekeliling kita merasakan nyaman dengan kita.

Ayah…..
Aku Rindu padamu….
Maafkan aku yang tidak sungguh – sungguh merawat kala sakitmu, Maaf ayah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: