Menjadi Murid utama

Pangeran Natas Angin Murid Pertama Sunan Kalijaga?

Menurut cerita yang pernah dituturkan oleh Abah Moezaini Abdul Ghofoer (ayah mertua penulis), Pangeran Natas Angin adalah murid pertama dari Sunan Kalijaga (Raden Sahid). Saat itu Sunan Kalijaga baru saja memperoleh Anugerah Agung dari Allah SWT, memperoleh wejangan ilmu hakikat “Iman Hidayat” dari Nabi Khidhir AS. Sejak itu nama Sunan Kalijaga semakin terkenal sebagai tokoh Walisanga yang memiliki keluasan ilmu-ilmu agama Islam, terutama dalam bidang kajian ilmu tasawuf. Beliau juga terkenal sebagai tokoh yang sakti mandraguna  (memiliki karomatullah  tingkat tinggi). Banyak sekali tokoh-tokoh pada zamannya yang ingin berguru ilmu-ilmu agama  lslam dan juga  ilmu-ilmu kesaktian kepada Sunan  Kalijaga.

Sunan Kalijaga mempunyai empat orang murid utama, di samping  juga memiliki ratusan bahkan ribuan murid –murid lainnya. Keempat orang murid utama Sunan Kalijaga adalah :

  1. Pangeran Natas Angin atau nama aslinya Daeng Mangemba Nattisoang.
  2. Ki Ageng Pandan Arang  atau Sunan Tembayat
  3. Mas Karebet atau Jaka Tingkir, di kemudian  hari menjadi  raja pajang bergelar Sultan Hadiwijaya
  4. Saridin atau Syekh Jangkung dalam cerita rakyat dikenal sebagai tokoh yang besar- jasanya dalam menghubungkan persahabatan antara Kerajaan Mataram Islam dengan Kerajaan  Ngerum  di turki.

Setelah Sunan Kalijaga berhasil  membimbing Pangeran Natas Angin mencapai tataran yang diinginkan, Sunan Kalijaga berkenan memberikan anugerah nama kepada Pangeran Natas Angin dengan sebutan Sunan Ngatas  Angin. Julukan ini diberikan oleh Sunan Kalijaga untuk menggambarkan tingginya tingkat keyakinan, ketaatan, dan kesetiaan Pangeran Natas Angin terhadap ajaran sang Guru sehingga akhirnya berhasil  menguasai  ilmu-ilmu tingkat tinggi.

Ilmu-ilmu yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga kepada para murid utamanya adalah ilmu-ilmu yang bersumber dari para gurunya. Sunan Kalijaga mempunyai dua orang guru spiritual  yang utama yaitu Sunan  Bonang dan Nabi Khidzir Alaihis salam. Nabi khidzir di kalangan para penghayat kebatinan Jawa disebut juga Sang Pajuningrat, sedangkan di kalangan para  hukama (ahli  ilmu hikmah) disebut Para lautan  Majazi. Cara Sunan Kalijaga dalam membimbing perjalanan tarekat para muridnya pun sesuai dengan cara yang  telah diterima dari gurunya. yakni bermazhab Syafi’i (ahli sunnah wal jama’ah).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: