Mengingat Tausyiah AA Gym

Assalamualaikum wr.wb.

AA gym beliau sering kita dengar namanya sebagai seorang da’i yang sempat tenar sekitar tahun 2000 an yang lalu, ketika tausyiyyah-tausyiyyahnya menyentuh qalbu. Namun ketenaran beliau mulai padam ketika melakukan poligami. Walaupun demikian, kami tetap mengagumi beliau. Salah satu munajat yang senantiasa menyentuh qalbu setiap mendengarkannya adalah do’a yang beliau pimpin ketika mengisi Pengajian Pemberangkatan Haji.

Semoga beliau selalu memperoleh ridho dari Allah SWT. Amin…!!!

Download MP3 nya pada link di bawah ini :

Munajat KH. Abdullah Gymnastiar part 1

Untaian kata yang beliau runtutkan dalam do’a adalah sebagai berikut :

Alloh maha mendengar dan maha menatap segalanya. tiada mungkin kita berkumpul di tempat ini, kecuali Alloh yang mengumpulkan. Alloh lah yang mengayunkan kaki kita, Alloh jua yang melengkapi bekal kita. Alloh lah yang membasahi tubuh kita dengan air wudhu. Alloh lah yang menyentuhkan kening kita bisa bersujud. Tidak banyak diantara manusia yangada di dunia ini diberikan nikmat islam. Tidak banyak diantara orang islam yang diberikan nikmat bisa bersujud. Alhamdulillah Alloh yang Maha Agung memilih kita menjadi seorang muslim. Di tuntun bisa datang ke rumah Alloh. Diluluhkan hati kita Bisa menyebut nama Alloh. Di bimbing agar kita bisa bersujud kepada-NYA. Padahal Alloh Maha tahu apa yang kita lakukan setiap waktu. Tiada satupun kemaksiyatan yang luput dari pandangan Alloh.

Tentusaja Alloh Maha Tahu setiap lirikan mata kita. Maksiyat mata. Alloh Maha Tahu apa yang ada dalam pikiran kita setiap waktu. Lamunan kita. Alloh Maha tahu apapun yang kita ucap. Alloh Maha Tahu siapapun yang berbuat mendekati zina atau yang pernah tergelincir. Alloh Maha tahu harta orang lain yang kita ambil. Hak-hak orang lain yang kita tahan. Alloh Maha Tahu kebusukan diri kita yang sebenarnya.

Kita tidak tahu berapa lama lagi tubuh ini akan dibungkus kain kafan. Kita tidak tahu kapan lidah ini akan kaku tidak bisa menyebut nama Alloh. Tapi pasti hidup kita berakhir.

Wahai sahabat-sahabat sekalian, mau kemana?? Mau kemana??

Mau kemana lagi tempat pulang kita??

Hanya dua pilihan. Menjadi ahli jahannam atau menjadi orang yang dapat bertemu dengan Alloh Yang Maha Agung. Dunia hanya tempat mampir sejenak saja. Tidak lama kita disini. Andaikata kain kafan membungkus tubuh kita esok lusa, maka semua kesempatan beramal kita sudah berakhir. Hati-hatilah saudaraku, jangan sampai gagal hidup yang cuman sekali-kalinya ini.

Ya Alloh, wahai Yang Maha Mendengar, Inilah kami makhluk yang Engkau ciptakan. Makhluk yang Engkau urus setiap saat, makhluk yang paling sering menghianati-MU. Engkau saksikan, nikmat dari-MU jarang kami sukuri, perintah-MU kami hianati, ilmu yang sedikit membuat kami sombong kepada-MU, harta yang Engkau titipkan membuat kami takabbur, kedudukan yang Engkau amanahkan membuat kami ujub. Penampilan yang Engkau beri membuat kami riya’.

Ya Alloh, inilah kami, makhluk yang paling banyak menghianati-MU.

Namun kini Engkau kumpulkan di rumah-MU ini ya Alloh.Andaikata semua ini merupakan kasihsayang-MU untuk kami, maka jadikan saat ini ampunan bagi dosa-dosa kami ya Alloh.

Rabb, ampuni dosa-dosa kami. Ampuni kami ya Alloh, ampun ya Alloh. Hapuskan seburuk apapun masa lalu kami Ya Alloh. Hapuskan se kelam apapun masa lalu kami ya Alloh. Hapuskan seburuk apapun aib kami ya Alloh.

Munajat KH. Abdullah Gymnastiar Part 2

Ya Alloh, ampuni segala kesombongan kami kepada-MU selama ini. Ampuni segala buruk sangka kami kepada-mu selama ini ya rabb. Ampuni jikalau kami sering mendustakan perintah-MU ya rabb. Ampuni jikalau kami lebih banyak melupakan-MU selama ini.

Rabb, walaupun kami tidak bisa melihat-MU, Engkau pasti sedang melihat kami.

“Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa il lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuu nannaa minal khoo siriin. Allohummaj ‘alnaa minattawwaabiina. Waj’alnaa minal muta tohhiriina. Waj’alnaa min ‘ibaadikas shooliiin. Allohumma innaa nas aluka taubatan nasuuhaa ya rab, taubatan nasuuha ya Alloh, wa taubatan qoblal maut, wa rohmatan ‘indal maut, wa maghfirotam ba’dal maut. Yaa arhamarroohimiin. Alloohumma inna ‘afuwwungkariim. Tuhibbul ‘afwa fa’fu anna yaa Alloh. Alloohumma inna nas’aluka husnal khootimah.wa na’uudhubika min suu il khootimah.”.

Alloh, Selamatkan orang tua kami ya roob. ampuni jikalau kami sering menyakitinya selama ini. Selamatkan ibu bapak kami, balas setiap kebaikannya yaa robb. Bagaimanapun keadaannya darah dagingnya melekat pada tubuh kami yaa Alloh. Selamatkan sisa umurnya. Selamatkan saat akhir hayatnya. Selamatkan di kuburnya yaa Alloh. Golongkan kami menjadi anak yang tahu balas budi yaa Alloh.

“Alloohummaghfir lanaa wa li waalidainaa warham humaa kamaa robbayaa naa shighooroo.“

Selamatkan seluruh keluarga kami yaa Alloh. Selamatkan guru-guru kami yaa roob. Para ulama’ yang menuntun kami ke jalan-MU. Balas kebaikan orang-orang yang mengajari kami jalan hidup yaa Alloh. Panjangkan umurnya, sempurnakan amalnya yaa Alloh. Ya Alloh balaslah kebaikan orang-orang yang berbuaik baik kepada kami. Sempurnakan balasan-MU bagi orang yang menjadi jalan pertolongan-MU kepada kami yaa Alloh.

Yaa Alloh, ampuni orang-orang yang pernah kami sakiti. Dan ampuni kaum muslimin yang pernah menyakiti kami yaa Alloh. Golongkan kami menjadi pemaaf yang tulus.

Alloohummaghfir lil mukminiin wal mukminaat. muslimiin wal muslimaat, al ahyaa i minhum wal amwaat. Allohumma inna nas aluka hudaa, wat tuqoo, wal ‘afaafa wal ghinaa, yaa muqollibal quluub, tsabbit quluubana ‘alaa diinika ya Alloh. Allohumma yaa mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa ala thoo atika ya Alloh. Alloohumm nawwir quluubana bi nuuri hidaayatika. Ka maa nawwarol ‘addho bi nuuris syamsi, abadan abada birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Yaa Alloh, jadikan saat ini saat mustajabnya doa-doa. Engkau tahu keadaan kami yang sebenarnya. Engkau tahu kebusukan kami yang sebenarnya. Engkau tahu harapan kami. Pada siapa lagi yaa Alloh, selain kepada-MU. Rabb, bukankan Engkau yang mengumpulkan kami?

Bukankah Engkau yang membuat kami bisa menyebut namamu?

Bukankah Engkau yang melarang kami meminta selain kepadamu, bukan kah Engkau yang menggenggam segala-galanya yaa Alloh?

Bukankah Engkau satu-satunya yang dapat menolon kami? Yaa Alloh, jangan kecewakan siapapun yang bermunajat saat ini yaa Alloh.

Amin amin yaa arhamar roohimiin. Yaa Alloh yaa mujiibas saa iriin.

Hadirin doa lah masing-masing. Amiin yaa alloh amiin. Demi Alloh maha mendengar. Amiin.

Rab, yaa hayyu yaa qoyyuum, birohmatika astaghiits.

Doa lah hadirin.

Yaa allooh…. Alloh….. ya mujiiib,… yaaa ahamaarrroooohimiii…..n

Yaa allooh…. Alloh…..,… yaaa ahamaarrroooohimiii…..n

Yaa muujii…..b

Ya karriiim,…

munajat KH. Abdullah Gymnastiar Part 3.

yaa kariim….

yaa hayyu yaa qoyyuum, birohmatika astaghiits.

yaa ghoofuuruur rohiim yaaa ahamaarrroooohimiii…..n. yaa Alloh… yaa allloh.

Yaa Alloh, hanya Engkaulah yang maha tahu kami dapat berkumpul lagi atau tidak. Andai kata dapat meminta panjangkan umur kami yaa Alloh, penuhi dengan keberkahan. Ijinkan kami dapat berkumpul kembali yaa Alloh untuk menyebut nama-MU, memulyakan-MU. Namun andaikata ini pertemuan terakhir kami yaa Alloh, gantikan tempat ini oleh orang yang lebih mulia di sisimu. Tuntun kami dengan ulama’ yang lebih mencintaimu. Ulama’ yang bersih dan berkedudukan di sisi-MU. Karuniakan kepada kami guru yang dapat menuntun kami kepada-MU yaa Alloh. Lindungi kami dari ilmu dan amal yang menyesatkan yaa alloh.

Rabb, berikan kebahagiaan bagi yang dirundung kesusahan, berikan ketenangan bagi yang selalu dirundung kegelisahan, cukupi yang sedang kekuangan rizqi yaa Alloh…. Bayarkan yang dililit hutang piutang yaa ghooniyy…. tolonglah yaa Alloh, engkau tahu penderitaan orang0-orang yang dihimpit hutang yaa Alloh. Berikan kebahagiaan bagi rumah tangga yang ada yaa Alloh…. Berikan pendamping terbaik yang menantikannya yaa Alloh. Pernikahaan yang barokah…. rumah tangga yang sakinah… karuniakan keturunan yang sholeh sholehah…. Jangan terlahir dari diri kami keturunan yang durjana yaa Alloh.

Yaa Alloh, bukakan pintu rizki-MU. Bukakan pintu kecerdasan dan kesungguhan menuntut ilmu. Yaa Alloh…., angkat derajat yang selalu dihina dan direndahkan…. mulyakan yang selalu dihina dan direndahkan. Tolong kaum muslimin yang teraniaya yaa Alloh….

Yaa Alloh, persatukan umat Islam yaa Alloh…. persatukan umat Islam yaa Alloh…. jangan biarkan kami terhina dan tercabik seperti ini yaa Alloh…. segalanya dalam genggaman-MU yaa arhamar roohimiin…. persatukan umat Islam yaa Alloh…. bela umat Islam yaa Alloh…. Angkat derajat umat-MU ini yaa Alloh…. Jangan biarkan kami tergadai kepada kaum munafik yaa Alloh. Jangan biarkan kami dinista kaum kafiriin yaa Alloh. Jangan biarkan kami dihina oleh kaum musyrikiin. yaa Alloh…. Angkat derajat umat-MU yaa Alloh… Angkat derajat umat-MU yaa Alloh… Persatukan hati para ulama’ yaa Alloh…. yaa arhamar roohimiin. Yaa Alloh… bangsa ini dihuni oleh umat islam yaa Alloh…. Berikan kemampuan bagi kami berbuat sesuatu yaa Alloh. Lembutkan hati-hati yang sangat membatu…. luluhkan yang hatinya dendam membara yaa Alloh… persatukan yang bermusuhan yaa Alloh…. siram dengan kasih sayang bagi yang saling membenci yaa Alloh. Engkau yang kuasa yaa arhamar roohimiin.… Ya Alloh, titipkan kepada kami pimpinan yang mencintai-MU. jauhkan dari kami pemimpin yang munafik yaa Alloh. jauhkan dari kami para pemimpin yang fasik yaa Alloh. Tolong yaa Alloh… aduh yaa Alloh….

Hanya engkaulah penggenggam bangsa ini yaa robb, yaa Alloh tolonglah kami yaa Alloh. Sehina apapun diri-diri kami, kami mohon ijabah do’a-doa kami yaa Alloh….

Rabb, jadikan jama’ah ini menjadi ahli sholat yang khusyuk…. Ahli sedekah yang ikhlash…., jamu kami menjadi ahli tahajjud yaa Alloh… Limpahi kami rizqi, menjadi ahli sedekah yaa Alloh…. Undang ke baitulloh-MU yaa Alloh…. Jamu di Arafah-MU jama’ah ini yaa Alloh… ya Alloh, catatkan siapapun yang hadir disini menjadi hajji dan hajjah yang mabrur yaa Alloh…

Alloohummaj’alnaa hajjan mabruuro, wa sya’yan masykuuro, wa dhanban maghfuuro, wa tijaarotan lan tabuuroo… ya arhamar roohimiin. Alloohumma innaa ns aluka ridhooka wal jannah. wa na’uudhubika min sakhotika wan naar. Alloohumma yassirlana umuuronaa yaa arhamarroohimiin. hassil maqooshidanaa yaa kariim.

munajat KH. Abdullah Gymnastiar part 4

Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar. waqinaa ‘adzaa ban naar. wa adkhilnaal jannata ma’al abroor… ya ‘aziiz ya ghoffaar…. yaa arhamarroohimiin…. subhaana robbika robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuuna wasalaamun ‘alal mursaliin wal hamdulillahi robbil aalamiin.

Demikian untaian munajat yang pernah disampaikan beliau KH. Abdullah Gymnastiar, Pengasuh PP. Darut Tauhid, Bandung.

Waallohu a’lamu bis shoowaab.

Tak ada gading yang tak retak. Namun jangan pernah mengatakan bahwa gading yang retak adalah gading yang jelek. Hanya yang mengetahui ilmunya lah yang lebih tahu mana gading yang baik dan mana gading yang jelek. Sesungguhnya Alah Maha mengetahui atas semuanya. Semoga kita senantiasa memperoleh petunjuk dari Allah SWT. Amin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: